Pengelolaan dan Investasi Aset Rumah Sakit


Dalam upaya mejaga performa peralatan dan fasilitas yang ada manajemen diharapkan juga memapu melakukan review utilisasi kapasitas fasilitas rumah sakit agar dapat mendeteksi apakah berada pada tingkat utilisasi maksimum, optimum atau idle. Pada saat utulisasi berada pada kondisi di atas batas optimum seringkali salah satu keputusan yang muncul adalah mengganti atau membeli asset tetap baru dengan maksud untuk menambah kapasitas yang ada. Pada sisi lain terkadang alas an investasi pengembangan fasilitas bukan saja dikarenakan masalah kekurangan ketersediaan fasilitas melainkan sebagai bagian dari strategi dalam upaya peningkatan keunggulan kompetitif di pasar.

Manajemen rumah sakit hendaknya dapat menyikapi kebutuhan akan penggantian, pembelian asset tetap dan investasi untuk pelayanan dan non pelayanan tersebut dengan kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan terukur. Karena itu para pengelola rumah sakit perlu melakukan analisis komparasi terhadap alternative penggantian asset tetap (ganti baru, tukar tambah atau perbaiki asset lama), pemilihan sumber pembiayaan dan alternative model pembelian asset tetap (beli-putus, kredit, KSO, atau sewa gua), pemilihan alternative investasi, pertimbangan biaya modal terhadap alternative sumber pembiayaan, serta analisis usia asset tetap terkait dengan psosisi dan kinerja keuangan rumah sakit.

Pengelolaan asset tetap dan investasi tidak cukup berhenti hanya sebatas pada penggantian, pembelian asset tetap dan investasi pengembangan melainkan harus dikelola secara berkelanjutan dan konsisten termasuk pada pengelolaan pemeliharan dan pengendalian terhadap pergerakan dan kondisi asset tetap. Dalam pengelolaan rumah sakit perlu dipahamai bahwa pemeliharaan asset pada dasarnya adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen organisasi meskipun pada teknis penanganannya dilaksanakan oleh unit-unit tertentu missal IPSRS, bagian teknik atau bagian lain yang secara struktur menjalankan fungsi pemeliharaan dan perbaikan asset.

Agar tanggung jawab bersama ini dapat dijalankan secara sistematis dan terkendali maka sebuah rumah sakit hendaknya memiliki standar alur prosedur yang jelas tentang pemeliharaan dan perbaikan asset., mutasi asset serta pengecekan kondisi (opname) asset rumah sakit. Pada akhirnya para pengelola rumah sakit hendaknya dapat memahami pengaruh asset tetap dan kebijakan investasi terhadap kineja keuangan dan non-keuangan rumah sakit.