Pelatihan IPCN 2015

Pelatihan IPCN 2015 - Healthcare Associated Infection (HAIs) merupakan global issu saat ini. Dampak HAIs dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas yang merugikan pasien maupun rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya bahkan dapat menjadi tuntutan bagi rumah sakit.

Undang-undang no. 36 tahun 2009 dan undang-undang no.44 menyatakan bahwa setiap pasien yang masuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya harus dapat memberikan pelayanan yang aman. Salah satunya upaya agar pasien aman dengan menerapkan patient safety. Tujuan kelima patient safety adalah menurunkan resiko HAIs.

Sesuai dengan SK menkes 2007 bahwa setiap rumah sakit harus melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi (ppi) dan memiliki ipcn dengan perbandingan IPCN ( Infection prevention control nurses) dengan tempat tidur adalah 1:100-150TT.

Apa itu IPCN ? IPCN ( Infection prevention control nurses) atau perawat pencegah dan pengendali infeksi merupakan tenaga profesional dan praktisi dalam melaksanakan ppi di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Selama ini tanpa seorang tenaga ipcn yang professional ppi belum dapat berjalan sebagaimana mestinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini ipcn merupakan motor dari pelaksanaan program ppi.

Oleh karena itu maka perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia (persi) Akan mengadakan pelatihan ipcn angkatan X. Pelatihan ini memiliki tujuan untuk menciptakan tenaga ipcn yang professional sehingga mampu melaksanakan sesuai [eran dan fungsinya. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah berupa ceramah, diskusi,praktek,simulasi dan role play.

Pelatihan Ipcn 2015 ini akan diselenggarakan pada 2-8 Agustus 2015 di wisma Harapan kita bidakara JL. S.Parman komplek RS.Jantung Harapan Kita kota bamboo selatan Jakarta barat 11420 telp.02156958001. Untuk informasi dan pendaftaran Crown Palace Blok E/6 Jl. Prof Soepomo SH No.231 Tebet Jakarta selatan Telp. 02183788722/23 email imrspersi@yahoo.com contact 081210374733 (Desi)
Read More

Pelatihan Manajemen Kamar Bedah 2015

Pelatihan Manajemen Kamar Bedah 2015- Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dirasakan sebagai fenomena yang harus direspon oleh perawat. Respon yang ada harus bersifat kondusif dengan pengelolaan keperawatan dan langkah-langkah konkret dalam pelaksanaannya.

Manajemen keperawatan di Indoneisa di masa depan perlu mendapatkan prioritas utama dalam pengembangan. Hal ini berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global bahwa setiap perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan secara professional dengan memperhatikan setiap perubahan yang terjadi di Indonesia.


Manajer perawat kamar bedah dituntut untuk merencanakan, mengorganisasian, memimpin dan mengevaluasi sarana dan prasarana yang tersedia untuk dapat memberikan asuhan keperawatan yang se efektif dan se efisien mungkin.

Atas latar belakang tersebut HIPKABI menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Kamar Bedah 2015 dalam rangka meningkatkan kualitas perawat meneger kamar bedah dalam mengelola kamar bedah sehingga mutu pelayanan yang diberikan dapat mencapai yang optimal.

Pelatihan manajemen kamar bedah ini akan diselenggarakan pada 05-08 Agustus 2015 di Hotel Balairung JL.Matraman Raya No.19 Jakarta. Materi yang akan disampaikan antara lain Konsep dasar kamar bedah, manajemen kepemimpinan kamar bedah, manajemen SDM kamar bedah, sertifikasi perawat kamar bedah dari sudut aspek legal, perhitungan unit cost kamar bedah,aspek perlindungan hukum bagi perawat kamar bedah, standar kompetensi perawat kamar bedah dll.
Read More

Pelatihan Asesor Kompetensi Perawat 2015

Pelatihan Asesor kompetensi bagi perawat klinik 2015 - Era globalisasi menuntut semua indistri termasuk industry jasa pelayanan kesehatan untuk meberikan pelayanan yang berkualitas yang dapat diukur dari segi kualitas jasa yang diberikan agar mampu bersaing di era pasar bebas. Kualitas jasa yang diberikan kepada pelanggan dapat ditentukan salah satunya oleh pemberi jasa pelayanan. Pemberi jasa pelayanan tersebut harus mampu mengaplikasikan dan menunjukkan kemampuan pekerjaan dan tugas-tugasnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan ditempat kerjanya atau memiliki kompetensi dan dapat dibuktikan dengan pengakuan melalui sertifikasi kompetensi.

Sertifikasi adalah suatu proses untuk mendapatkan pengakuan resmi (keabsahan) atas kompetensi yang dilmiliki oleh seseorang pada bidang tertentu. Untuk mendapatkan pengakuan tersebut, seseorang harus melalui tahapan tahapan yang ditentukan dalam skema sertifikasi dimana salah satunya adalah assesmen (penilaian) yang dilakukan oleh seorang assessor kompetensi. Persyaratan sertifikasi inipun sudah menjadai persyaratan yang mengglobal. Kesesuaian dan ketepatan kompetensi pada setaiap perawat perlu dinilai dan ditentukan apakah sesuai dengan tingkatan jenjang klinik yang ditetapkan disuatu institusi pelayanan kesehatan. Pelatihan Asesor kompetensi bagi perawat klinik.
Dalam akrediatsi rumah sakit suatu proses credentialing di bidang keperawatan yan harus dilakukan oleh komite keperawatan juga memerlukan proses penilaian kompetensi bertujuan menentukan dimana seseorang ditempatkan sesuai dengan kompetensi yang dipunyai. Sehingga assessment kompetensi di rumah sakit adalah juga pertanggungjawaban dalam akreditasi.

Untuk menilai kompetensi kemampuan untuk mengkaji kompetensi dilakukan oleh asesor kompetensi merupakan seorang yang memiliki kualifikasi  yang relevan dan kompeten. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk seseorangh agar mampu menjadi designer dalam mengorganisasikan assesmen di lembaga assesmen seperti lebaga sertifikaasi profesi atau instasi (rumah sakit). Selanjutnya melakukan proses assesmen (uji kompetensi) sesuai skema sertifikasi atau pedoman asssesmen yang ditentukan oleh lebaga assesmen.

Rencananya Pelatihan Asesor kompetensi bagi perawat klinik ini akan dilaksanakan di Ruang Akasia RS. Jogja  Jl. Wirosaban No.1 Yogyakarta dan praktek Assesor di ruang perawatan RS. Jogja. Jadwal pelaksanaan pelatihan assessor kompetensi  pada 10-14 Agustus 2015. Adapun kurikulum yang ajkan disampaikan ada 2 tahap dimana tahap I selama 50 jam pelajaran terstruktur dan tahap II yaitu latihan mandiri sebanyak 2 unit kompetensi yang disetarakan dengan 30 jam setiap unit yang telah diselesaikan dalam waktui maksimal 6 bulan dari tanggal pelatihan tahap I. Untuk informasi pendaftaran Pelatihan Asesor kompetensi bagi perawat klinik bisa menghubungi 08122764332 Tri Yuni Rahmanto MPH, 08122700741 Sri Oktri Hastuti SKM,M.Kep.
Read More

52 Asuransi Kesehatan Yang Bekerjasama Dengan BPJS Kesehatan

Saat ini BPJS Kesehatan telah memberlakukan jaminan CoB (coordination of benefit) atau koordinasi manfaat untuk peserta BPJS Kesehatan yang juga memiliki atau membeli Asuransi Kesehatan lainnya dimana asuransi tambahan tersebut telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Peserta BPJS Kesehatan yang memiliki asuransi kesehatan tambahan mempunyai keuntungan dimana selisih biaya saat naik kelas perawatan maka selisih tersebut dapat diklaimkan pada Asuransi Kesehatan tambahan. BPJS kesehatan merupakan penjamin pertama dalam skema jaminan CoB tersebut.

Sampai saat ini telah tercata 52 Asuransi kesehatan yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.  Nah untuk mengetahui asuransi kesehatan apa saja yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan berikut 52 Daftar Asuransi Kesehatan yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan per bulan Mei 2015 :

1. Asuransi Sinar Mas
2. Asuransi Mitra Maparya
3. Lippo General Insurance
4. Arthagraha General Insurance
5. Asuransi Astra Buana
6. Asuransi Umum Mega
7. Asuransi Bina Dana Artha
8. Tugu Pratama Indonesia
9. Asuransi Multi Artha Guna
10. Asuransi Central Asia
11. Bosowa Asuransi
12. Asuransi Indrapura
13. Asuransi Bintang
14. ASuransi Jasa Indonesia
15. Asuransi Bangun Askrida
16. Asuransi AXA Indonesia
17. Citra International Underwrites
18. Asuransi Reliance Indonesia
19. Asuransi Dayin Mitra
20. Asuransi Adira Dinamika
21. Pan Pacific Insurance
22. Asuransi Samsung Tugu
23. Asuransi Umum Bumi Putra Muda 1967
24. Victoria Insurance
25. Asuransi Ramayana
26. AJB Bumi Putra 1912
27. Asuransi jiwa Inhealth Indonesia
28. Asuransi Jiwa Tugu Man diri
29. AXA Financial Indoneisia
30. AXA Mandiri Financial Service
31. Avrist Assurance
32. Asuransi Jiwa Central Asia Raya
33. Asuransi Takaful Keluarga
34. Asuransi Jiwasraya
35. Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
36. Asuransi Jiwa Generali Indonesia
37. AIA Financial
38. Asuransi Jiwa Recapital
39. Asuransi Allianz Life Indoneisa
40. Astra Aviva Life
41. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera
42. Equity Life Indonesia
43. Great Eastern Life Indonesia
44. MNC Life Assurance
45. Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha
46. Tokio Marine Life Insurance Indonesia
47. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
48. ACE Life Insurance
49. Hanwa Life Insurance Indonesia
50. Kresna Life
51. BNI Life Insurance
52. Asuransi Jiwa Sequis Financial

Demikian daftar Asuransi Kesehatan yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehata. Daftar ini dimungkinkan akan terus ada penambahan.
Read More

Daftar Non Faskes COB Lengkap

Sampai saat ini masih ada beberapa fasilitas kesehatan yang belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Ada beragam latar belakang sehingga belum adanya kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tetapi walaupun demikian fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan ini dapat melayani CoB BPJS Kesehatan. Faskes demikian disebut dengan istilah Non Faskes CoB. Pada non Faskes COB berlaku CoB untuk pelayanan rawat inap tingkat lanjutan dan Gawat darurat.

Berikut Daftar Lengkap Non Faskes COB
Daftar Non Faskes COB

1.    RS. Mitra Keluarga Bekasi
2.    RSU Puri Cinere Depok
3.    RS. Siloam Kebun Jeruk Jakarta Barat
4.    RS. Mitra Kemayoran Jakarta Pusat
5.    RS. Pondok indah Jakarta Selatan
6.    RS. MMC Jakarta Selatan
7.    RS. Mitra International Jakarta Timur
8.    RS. Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara
9.    RS. JIH Sleman Yogyakarta
10.    RS. Premier Surabaya
11.    RS.Premier Bintaro
12.    RS. Meilia Jakarta Timur
13.    RS. Awal Bros Bekasi
14.    RS. MItra Keluarga Depok
15.    RS. ST. Antonius Pontianak
16.    RS. Santa Maria Pekan Baru
17.    RS. Catherine Booth Makasar
18.    RS. Columbia Asia Medan
19.    RS.Ciputra Hospitas Tangerang
20.    RS. Eka Hospital Tangerang
21.    RS. JEC Menteng Jakarta Pusat
22.    RS. Mata AINI
23.    RS. Mayapada
24.    RS. Pusat Pertamina
Read More

CoB BPJS Kesehatan

Koordinasi manfaat / coordination of benefit - Apa sebenarnya yang dimaksud dengan CoB  tersebut ? CoB merupakan suatu proses dimana dua atau lebih penanggung (payer) yang menanggung orang yang sama untuk benefit asuransi kesehatan yang sama, membatasi total benefit dalam jumla tertentu yang tidak melebihi jumlah pelayanan kesehatan yang dibiayakan. Koordinasi manfaat diberlakukan apabila peserta BPJS Kesehatan membeli asuransi kesehatan tambahan dari penyelenggara program asuransi kesehatan tambahan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Dalam koordinasi manfaat, BPJS Kesehatan merupakan penjamin pertama atas program jaminan kesehatan kecuali untuk program jaminan kecelakaan lalu lintas, BPJS Kesehatan sebagai penjamin kedua. Sedangkan untuk jaminan kecelakan kerja BPJS Kesehatan bukan sebagai penjamin. BPJS Kesehatan menanggung pelayanan kesehatan yang sesuai kesepakatan anatar BPJS Kesehatan dengan asuransi kesehatan tambahan.

Untuk perusahaan swasta atau badan usaha yang tidak bekerja sama dengan asuransi kesehatan tambahan tetap dapat melakukan koordinasi manfaat (CoB) dengan BPJS kesehatan. Mekanismenya merupakan koordinasi secara administrasi dimana peserta yang mendapatkan pelayanan rawat inap tingkat lanjut di faskes BPJS Kesehatan dan memilih naik kelas atas permintaan sendiri maka BPJS Kesehatan akan menanggung biaya sesuai hak peserta di JKN dan selisih biaya dapat ditagihkan peserta atau rumah sakit kepada perusahaan atau badan penjamin yang ditunjuk sesuai ketentuan yang disepakati antara pekerja dan perusahaan(pemberi kerja).

Untuk asuransi kesehatan tambahan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan berlaku CoB pada Rujukan Rawat inap naik kelas perawatan dan Non Faskes CoB. Sedangkan untuk asuransi kesehatan tambahan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan berlaku CoB pada Rawat inap naik kelas perawatan saja. Non Faskes CoB adalah fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang tercantum dalam daftar faskes rujukan tingkat lanjutan dan dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan serta dapat melayani peserta CoB.

Perlu di ingat bahwa peserta yang dapat dijamin BPJS Kesehatan adalah yang mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku yaitu mengikuti ketentuan system rujukan berjenjang kecuali dalam kondisi gawat darurat. Pelayanan yang langsung ke rumah sakit tidak dapat dijamin BPJS Kesehatan dan hanya dijamin oleh asuransi kesehatan tambahan sesuai polis yang diperjanjikan.

Rujukan berjenjang harus berasal dari Faskes pertama BPJS Kesehatan, apabila rujukan berasal dari faskes pertama yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan maka biaya pelayanan kesehatan di faskes tingkat lanjut dan di non faskes CoB ditanggung oleh asuransi kesehatan tambahan sesuai polis yang diperjanjikan.
Read More

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan PBI

Setelah BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran maka iuran untuk kepesertaan BPJS Kesehatan dinaikkan. Pemerintah telah menyetujui kenaikan iuran kepesertaan BPJS Kesehatan untuk penerima Bantuan iuran menjadi Rp.23.000 perbulan. Sebelumnya untuk penerima bantuan iuran pemerintah hanya mengiur sebesar Rp 19.225 perbulan. Iuran baru ini akan berlaku mulai tahun 2016.

Materi peningkatan iuran tersebut telah dibahas di Kementerian Kesehatan dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN dan telah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Untuk diketahui bahwa kepesertaan BPJS kesehatan terbagi menjadi 2 kategori yaitu penerima bantuan iuran (PBI) dan Non Penerima bantuan iuran (peserta mandiri). Untuk peserta BPJS Kesehatan PBI, iurannya di bayarkan oleh pemerintah.

Dana untuk menambah kenaikan iuran PBI ini akan mengambil dari dana Kementerian Kesehatan. Salah satu yang menjadi dasar kenaikan iuran PBI tersebur adalah karena BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran ketika iuran hanya sebesar Rp19.225 per bulan.

Menurut menteri Kesehatan BPJS mengalami defisit karena perhitungan iuran Rp19.225 tersebut merupakan perhitungan dulu asumsi sebelum menjalankan jaminan kesehatan nasional. Setelah jaminan kesehatan nasional dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun ini ternyata iuran Rp19.225 itu tidak mencukupi.
Read More

Pelatihan Kredensial Keperawatan 2015

Pelatihan Kredensial Keperawatan 2015 - Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan di rumah sakit, diberikan oleh perawat yang memiliki kompetensi keperawatan dengan melakukan praktik keperawatan, didukung oleh fungsi manajemen pelayanan keperawatan. Diharapkan pelayanan keperawatan di rumah sakit memberikan kontribusi positif dengan menggunakan indicator klinik keperawatan sehingga visi, misi rumah sakit dapat tercapai dengan optimal.

Oleh karenanya keperawatan harus berbenah diri untuk memenuhi tuntutan peningkatan pelayanan yang sesuai kommpetensi. Salah satu upaya pembenahan dari keperawatan adalah dengan diwujudkannya komite keperawatan. Komite keperawatan adalah wadah non structural rumah sakit yang mempunyai fungsi utama mempertahankan dan meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan melalui mekanisme kredensial, penjagaan mutu profesi dan pemeliharaan profesi sehingga pelayanan asuhan keperawatan (askep) kepada pasien diberikan secara benar (ilmiah) sesuai standar yang baik (etis) sesuai dengan kode etik profesi serta hanya diberikan oleh tenaga keperawatan yang kompeten dengan kewenangan yang jelas.


Pelatihan keperawatan ini akan memberikan pemaparan yang lebih menyeluruh terkait kebijakan komite keperawatan, peranan komite, proses kredensial dan juga implementasi kredensial oleh beberapa rumah sakit yang telah menjalankan. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini keperawatan dapat bersama sama meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

Tujuan dari diadakan workshop dan pelatihan keperawatan 2015 ini maka diharapkan para peserta dapat memahami kebijakan komite keperawatan terkait kredensial keperawatan, Peserta juga dapat memahami proses kredensial keperawatan, mampu mebuat dokumentasi tentang clinical privilege, logbook, training record, white paper, clinical nursing appointment dan mampu memahai continous professional development (CPD) sebagai bagian menuju kredensial keperawatan.

Pelatihan keperawatan 2015 ini akan menghadirkan nara sumber ketua umum PERSI Dr.dr. Sutoto, M.Kes, Ketua kompartemen keperawatan PERSI dewirawatai,MA,PhD, Pakar manajemen dan praktisi RSUPN dan Tim kompartemen keperawatan PERSI Linda Amiyanti,SKp,M.Kes, Pakar manajemen dan ketua komite RS.Harapan Kita Roswita Hasan Skp.MKep, Doktor bidang manajemen keperawatan DR.Rr.Tutik Sri Hariyati, SKp,MARS.

Pelatihan Manajemen Keperawatan 2015 rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 13-14 Agustus 2015 di Wisma Harapan Kita Bidakara Jakarta Jl. Letjen S.Parman Kav 87 SLipi Jakarta 11420. Bagi yang berminat untuk mengikuti pelatihan keperawatan ini bisa mendapatkan informasi di Crown Palace E/6 Jl. Prof. Soepomo SH No.231 Tebet-Jakarta selatan telp 02183788722/23 handphone 081210374733.
Read More

Workshop Nasional Keperawatan 2015 Aplikasi kredensial

Aplikasi kredensial guna menunjang kinerja dan kompetensi perawat. Diera globala dan liberalisasi, kredential keperawatan merupakan salah satu instrument yang unggul dalam memenangkan kompetensi dalam era pasar bebas tersebut. Pentingnya kredensial juga ditunjukkan oleh UU RI no.36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 63 ayat 4 ; Pelaksanaan pengobatan dan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.

Pengembangan dan peningkatan system kredensial keperawatan sangat bermanfaat untuk menjamin kualitas pelayanan di bidang kesehatan bagi masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaan proses kredensial, profesionalisme dan kompetensi seorang perawat perlu ditingkatkan dan dikembangkan agar kinerjanya memenuhi tuntunan standar profesi keperawatan.


Workshop Nasional Keperawatan 2015 dengan tema Aplikasi Kredensial guna menunjang kinerja dan kompetensi perawat ini direncanakan akan diselenggaran selama 2 hari yaitu pada tanggal 29 Juli-30 Juli 2015. Kegiatan workshop keperawatan ini akan mengambil tempat di Grand Aston Hotel & Convention centre yang beralamat di Jl. Urip Sumoharjo No.37 D.I Yogayakarta 55222. 

Workshop Nasional Keperawatan 2015 ini pada hari pertama akan di isi materi berupa konsep Kredensial keperawatan dan komite keperawatan, implementasi kredensial perawat dan penilaian kinerja perawat dalam standar akreditasi RS versi 2012. Untuk hari kedua akan dipaparkan materi berupa unit kompetensi berdasarkan intervensi mandiri, dokumen clinical privilege, logbook training record, white paper, kegiatan kredensial dan lain-lain.

Untuk mengikuti Workshop Nasional Keperawatan 2015 dengan tema Aplikasi Kredensial guna menunjang kinerja dan kompetensi perawat ini telah dibuka pendaftaran peserta mulai tanggal 28 Mei 2015 sampai dengan 23 Juli 2015. Adapun untuk pendaftaran dapat melalui SMS ke no. 0856308560 atau email forum.perawat@gmail.com.
Read More

Pelatihan Service Excellence Bagi Frontliner di Rumah Sakit


Pelatihan frontliner di rumah sakit - Saat datang ke sebuah rumah sakit yang kita harapkan adalah kita mendapatkan pelayanan yang nyaman, ramah dan cekatan. Mulai dari senyum petugas parkir, sapaan hangat dari tenaga keamanan/ satpam di pintu depan, ditambah lagi sambutan ramah dari petugas resepsionis/pendaftaraan. Hal-hal tersebut membuat “image” sebuah rumah sakit terkesan sangat baik mendahului dari image kinerja pelayanan klinis rumah sakit itu.
 
Begitu pentingnya peran frontliner sehingga citra rumah sakit sering menjadi buruk hanya karena pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan customer. Karena bukan middle up management yang pertama kali bersentuhan dengan customer melainkan para frontliner inilah yang akan member kesan pertama pada customer.

Mengabaikan proses pendidikan terhadap para frontliner sama saja mengabaikan pentingnya citra rumah sakit dimata customer.

Saat ini rumah sakit berada dalam iklim persaingan yang sangat ketat. Masyarakat sebagai pelanggan berada dalam posisi yang lebih kuat karena semakin banyak pilihan rumah sakit yang dapat melayaninya. Pada saat yang bersamaan, masyarakat juga semakin kritis terhadap pelayanan kesehatan. Dalam konsisi seperti ini agar tetap dapat eksis dalam melayani pelanggannya maka rumah sakit harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.

Salah satu aspek dalam pelayanan berkualitas adalah kemauan dan kemampuan dalam memberikan pelayanan yang prima. Oleh karena itu diperlukan paradigma dan sikap mental yang berorientasi melayani serta pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam melaksanakan pelayanan prima tersebut.

Disamping itu meningkatkan mutu pelayanan melalui penciptaan dan penetapan standar pelayanan rumah sakit menjadi bagian penting dalam akreditasi, pelayanan yang prima yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan harapan customer sangat dibutuhkan. Kemampuan frontliner dalam memberikan pelayanan terhadap customer sangat menentukan terhadap keberhasilan akreditasi rumah sakit.

Untuk menunjang kemampuan frontliner maka penting mengikuti pelatihan terkait penigkatan kemampuan para frontliner salah satunya adalah pelatihan service excellence bagi frontliner di rumah sakit. Pelatihan frontliner  ini akan membantu para frontliner dalam hal :
1.    Memahami fungsi dan peran serta tugas utama seorang frontliner sesuai dengan visi dan misi rumah sakit
2.    Memiliki kemampuan yang mumpuni dalam melaksanakan tugas seorang frontliner professional
3.    Menguasai teknik dalam berkomunikasi dan sikap tubuh yang mampu membangun citra diri professional
4.    Memiliki kemampuan dalam mengelola tata cara menyambut dan menempatkan tamu VIP
5.    Meningkatkan performance dengan dressing image
6.    Memiliki kemampuan dan etika dalam berkomunikasi baik langsung maupun via telepon
7.    Memiliki kecakapan dalam cortesy, khususnya bagaimana sikap serta sopan santun yang mampu menjadi pemanis dalam meningkatkan human relation dengan customer
8.    Memiliki kecakapan untuk menghandle complain

Pelatihan Frontliner ini akan menghadirkan nara sumber dan pakar pakar yang telah sangat berpengalaman dalam bidang interpersonal communication and development personality. Pelatihan bagi frontliner ini akan dilaksanakan pada 31 Juli-1 Agustus 2015 bertempat di Hotel Merapi Merbabu Yogyakarta JL. Raya Seturan. Bagi yang berminat mengikuti pelatihan service excellence bagi frontliner di rumah sakit dibuka pendaftaran sampai dengan 28 Juli 2015 dengan SMS no. 081213236988 (eko) dan 081329705510 (arif).
Read More